Membangun sebuah usaha bukanlah hal yang mudah, kamu harus tahu bagaimana cara memulai bisnis yang baik agar tidak mengalami kendala. Berikut adalah panduannya.

Ketika Anda memutuskan untuk memulai bisnis, pasti terdapat beberapa alasan yang mendasari keinginan tersebut, diantaranya karena memiliki ide bisnis yang unik , bermimpi untuk mengubah nasib, terciptanya kemandirian finansial, dan tentunya jaminan investasi pada di masa depan.

Tetapi tidak semua bisnis kecil dapat berjalan hingga sukses. Faktanya, hanya sekitar dua pertiga bisnis saja yang dapat bertahan hingga dua sampai tiga tahun, ketika memasuki tahun kelima jumlahnya menciut bahkan tidak sampai setengahnya. Jadi, Anda mungkin akan menghadapi tantangan tersebut ketika Anda memutuskan untuk mengambil risiko dalam memulai bisnis, meninggalkan pekerjaan lama Anda, dan menjadi pemilik bisnis baru.

Mengapa saya mengatakan demikian? Karena ketika Anda telah berkeluarga dan memiliki berbagai tanggung jawab artinya beban yang Anda miliki semakin banyak. Resign untuk memulai usaha baru terkadang bukan hal yang tepat karena penuh dengan tantangan. Berbeda halnya jika Anda adalah seorang lajang, mahasiswa atau pelajar yang ingin memulai bisnis. Berbagai tantangan dan kesempatan dapat Anda lalui tanpa resiko yang tinggi.

Setelah mengetahui hal tersebut, pastikan Anda mengikuti langkah-langkah yang diperlukan saat memulai bisnis sebagai fondasi dasar untuk suksesesan bisnis Anda. Berikut adalah 10 cara yang diperlukan untuk memulai bisnis dari nol hingga sukses.

1. Lakukan Penelitian

Ketika Anda membaca artikel ini, saya yakin bahwa kemungkinan besar Anda sudah tahu bisnis apa yang akan Anda buat, jadi sekarang saatnya untuk menyeimbangkannya dengan kenyataan dan kondisi pasar yang ada. Apakah ide yang Anda miliki berpotensi untuk berhasil? Sebelum melangkah lebih jauh, Anda perlu meneliti apakah ide tersebut memiliki peluang atau tidak, hal ini demi mencegah kegagalan berbisnis di masa yang akan datang.

Trik sederhana dari saya, untuk memperkirakan sebuah bisnis kecil dapat menjadi sukses atau tidak, Anda dapat menjawab pertanyaan sederhana ini.

  • Apakah ide bisnis yang Anda miliki itu dapat memecahkan masalah masyarakat?
  • Apakah bisnis tersebut dapat memenuhi kebutuhan atau menawarkan sesuatu yang diinginkan oleh pasar?

Jika bisnis Anda memang dibutuhkan oleh pasar, artinya bisnis Anda berpeluang untuk memperoleh konsumen. Namun jika bisnis Anda tidak dibutuhkan oleh pasar, saya sarankan untuk mengurungkan niat dalam merealisasikan ide tersebut.

Selain itu, masih ada sejumlah cara yang dapat Anda gunakan dalam mengidentifikasi masalah ini termasuk dengan melakukan penelitian, uji coba atau behkan langsung terjun ke dalam pasar. Saat Anda menjelajahi pasar, ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab termasuk:

  • Siapa yang membutuhkan produk atau layanan yang sudah Anda buat?
  • Apakah ada perusahaan lain yang menawarkan produk atau layanan yang serupa sekarang?
  • Seberapa besar kekuatan kompetitor Anda?
  • Dan masih banyak lainnya

Untuk menjawab semua pertanyaan di atas, kamu bisa membuat kerangka model bisnis canvas yang bisa menjadi pedoman sebelum merealisasikan bisnis Anda di dunia nyata. Untuk pembahasan Model Bisnis Canvas kami telah membahasnya di artikel yang berbeda.

2. Buat Rencana

Anda memerlukan rencana untuk membuat ide bisnis Anda menjadi kenyataan. Sebuah rencana bisnis dapat berupa sebuah kerangka kerja yang akan memandu bisnis Anda dari tahap nol, lalu mengalami pembentukan yang akhirnya mengalami pertumbuhan, dan itu adalah yang harus dimiliki oleh bisnis baru.

Berita baiknya adalah kami menyediakan sebuah Contoh Bisnis Plan yang bisa Anda gunakan dan dimodifikasi sesuai dengan ide bisnis yang Anda miliki.

Jika Anda bermaksud untuk mencari bantuan keuangan, baik dari investor atau lembaga keuangan lainnya, rencana bisnis tradisional adalah pilihan yang baik. Jenis rencana bisnis ini umumnya bersifat jangka panjang dan menyeluruh serta memiliki kejelasan kerangka jabatan yang diperlukan oleh investor dan bank ketika mereka memvalidasi ide bisnis Anda.

Jika Anda tidak memerlukan bantuan keuangan, rencana bisnis yang sederhana dapat memberi Anda kejelasan tentang apa yang ingin Anda capai dan bagaimana Anda berencana untuk melakukannya. Bahkan, Anda dapat membuat rencana bisnis bermodal papan tulis, dan memperbaikinya seiring waktu.

Satu hal yang harus Anda tahu, menulis sebuah kerangka kerja selalu lebih baik daripada tidak sama sekali.

3. Rencanakan Keuangan Anda

Memulai bisnis kecil umumnya memang tidak membutuhkan banyak uang, tetapi memerlukan modal awal serta kemampuan untuk menutupi pengeluaran yang sedang berlangsung sebelum Anda dapat menghasilkan keuntungan sendiri. Memanng, ada beberapa bisnis yang tidak memerlukan modal sama sekali, contohnya seperti bisnis digital atau penjualan akun digital, namun merencanakan keuangan sebagai jaga-jaga adalah hal yang tidak buruk juga.

Untuk merencanakan keuangan Anda, dapat dimulai dengan menggunakan Microsoft Excel atau Google Spreadsheet. Kedua aplikasi ini sangat cocok digunakan untuk memperkirakan modal awal untuk bisnis Anda yang menyangkut lisensi dan izin, peralatan, biaya hukum, asuransi, branding, riset pasar, inventaris, merek dagang, acara pembukaan, sewa properti, dll. Selain itu, Anda juga dapat memperkirakan apa saja yang perlukan agar bisnis Anda berjalan setidaknya selama 12 bulan ke depan seperti biaya sewa ruko, iklan, produksi, persediaan, biaya perjalanan, gaji karyawan dan gaji Anda sendiri.

Variabel-variabel yang telah saya sebutkan dan Anda gabungkan nilainya adalah investasi awal yang Anda butuhkan dalam memulai bisnis. Sekarang Anda telah memiliki perkiraan seberapa besar modal yang Anda perlukan, apakah Anda mampu untuk memenuhinya? Sebenarnya ada sejumlah cara yang dapat Anda gunakan dalam mendanai bisnis kecil Anda , seperti:

  • Dana Investor
  • Pinjaman untuk usaha kecil
  • Dana Hibah
  • Penggalangan Dana
  • Dan masih banyak lainnya

4. Pilih Struktur Bisnis

Cara Memulai Usaha

 

Ada banyak pilihan struktur bisnis yang bisa Anda buat. Anda dapat membuat bisnis kecil dengan kepemilikan perseorangan, kemitraan, perseroan terbatas, atau bahkan perusahaan berbadan hukum. Badan usaha yang Anda pilih akan memengaruhi banyak faktor, mulai dari nama bisnis Anda, besaran tanggung jawab yang Anda punya, hingga seberapa besar pajak yang harus Anda bayarkan.

Anda dapat memilih struktur bisnis di awal pembentukan, kemudian mengevaluasi kembali dan mengubah struktur Anda ketika bisnis Anda sudah tumbuh dan perlu untuk melakukan perubahan.

Ketika bisnis Anda semakin berkembang dan mulai berhadapan dengan kompetitor yang jauh lebih kuat, menyewa seorang konsultan bisnis untuk memastikan Anda membuat pilihan struktur yang tepat untuk bisnis Anda di masa depan adalah bukanlah hal yang buruk.

5. Pilih Nama Bisnis Anda

Nama bisnis Anda memainkan peran penting dalam setiap aspek bisnis yang Anda jalankan, pastikan nama yang Anda pilih adalah yang terbaik. Pikirkan semua implikasi potensial yang akan Anda dapatkan ketika Anda memilih nama tersebut.

Jika diamati, belakangan ini pemilihan nama sebuah bisnis di Indonesia mengikuti trend pemberian nama merek dagang dari luar negeri yang cenderung lebih simpel namun memberikan kesan tersendiri.

Tips dari saya, pilihlah sebuah nama yang mudah diingat dan mudah untuk diucapkan. Disarankan untuk tidak memberikan nama yang lebih dari empat suku kata. Berikut ini adalah beberapa trend nama bisnis yang bisa Anda gunakan untuk sebagai referensi.

  • Menggunakan huruf i di depan nama produk seperti iFlix, iPhone dan iNews
  • Menggunakan akhiran Pedia seperti Tokopedia, Ilmupedia, dan Wikipedia
  • Menggunakan akhiran Ku seperti Itemku, Uangku, dan Dompetku
  • Menggunakan akhiran Nesia seperti Urbanesia, Gogonesia, dan Arsanesia
  • Menggunakan awalan Klik seperti KlikDokter dan KlikDaily
  • Menggunakan kata yang berulang seperti PegiPegi dan LolaLola
  • Menggunakan plesetan kata seperti Zenius, Biznis, dan Blanja

Setelah memilih nama untuk bisnis Anda, Anda perlu memeriksa apakah nama tersebut merupakan merek dagang yang sedang digunakan pihak lain atau tidak. Setelah tervalidasi bahwa tidak ada yang menggunakannya, Anda dapat mendaftarkannya.

Jangan lupa untuk mendaftarkan nama domain Anda setelah Anda memilih nama bisnis Anda. Karena di era digital seperti ini, memiliki nama domain dan akun sosial media adalah suatu keharusan.

6. Izin Usaha

Jika menurut Anda ini tidak penting, Anda dapat melewatkannya karena bagaimana pun bisnis kecil di Indonesia sangat jarang sekali memiliki dokumen perizinan. Namun jika usaha yang kamu miliki telah tumbuh dan berkembang, saya menyarankan untuk membuat dokumen perizinan usaha ini. Bagaimanapun dokumen ini adalah bagian dari proses ketika Anda memulai bisnis Anda sendiri.

Baca juga : Manajemen Bisnis

Pada dasarnya ada berbagai surat izin usaha yang mungkin berlaku untuk Anda, tergantung pada jenis bisnis yang Anda pilih dan di mana Anda berada. Untuk di Indonesia, pembuatan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dapat Anda lakukan di Kantor Dinas Perdagangan atau Kantor Pelayanan Perizinan setempat.

7. Sistem Pembukuan

Usaha kecil berjalan paling efektif ketika ada sistem pembukuan dimana salah satu sistem terpenting untuk bisnis kecil adalah sistem akuntansi.

Sistem akuntansi diperlukan untuk membuat dan mengelola anggran, menetapkan tarif dan mencatat penjualan, melakukan bisnis dengan orang lain, dan menghitung pengeluaran pajak. Jika Anda mengerti bagaimana cara melakukan pembukuan akuntansi, Anda dapat mengaturnya sendiri. Namun jika Anda tidak mengerti, Anda dapat mencari seorang akuntan untuk memegang posisi ini. Software akuntansi dapat memudahkan pekerjaan ini jika Anda ingin mencobanya.

8. Tentukan Lokasi Bisnis

Menentukan lokasi bisnis adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan mengenai lokasi bisnis. Anda harus menetukan dimana tempat produksi barang dan jasa dilakukan. Anda juga harus menetukan dimana lokasi administrasi dilakukan. Jika keduanya dilakukan di tempat yang sama, hal ini dapat mengoptimalkan biaya yang harus Anda keluarkan.

Namun, jika bisnis yang Anda ambil bergerak disektor produksi barang, umumnya lokasi produksi dan administrasi dipisah. Lokasi produksi biasanya berdekatan dengan lokasi sumber faktor produksi, hal ini dilakukan untuk menekan besaran ongkos pengangkutan faktor produksi. Sedangkan lokasi administrasi dapat dilakukan dimana saja menyesuaikan kebutuhan bisnis Anda.

Selain itu, Anda perlu memikirkan biaya lokasi, peralatan, dan pengaturan keseluruhan. Pastikan lokasi bisnis Anda sesuai dengan jenis bisnis yang akan Anda pilih. Anda juga perlu mempertimbangkan sebuah opsi, apakah lebih baik menyewa atau membeli, contoh dalam hal ini adalah sebuah ruko .

9. Siapkan Tim Anda

Jika Anda ingin memulai usaha yang bisa dikerjakan secara mandiri, silakan lewati poin ini dan menuju poin yang berikutnya. Namun jika Anda ingin bekerja bersama tim, ini adalah saran yang bagus.

Pada dasarnya, sebuah bisnis akan menjadi lebih mudah sekaligus lebih susah jika dikerjakan secara bersama-sama. Ketika semua anggota tim memiliki tujuan yang sama, belum tentu usaha akan berjalan dengan lancar. Membangun sebuah bisnis dengan tim artinya Anda perlu menentukan posisi yang perlu diisi dan tanggung jawab pekerjaan yang merupakan bagian dari setiap posisi. Kadangkala, tim yang Anda bentuk tidak dapat memenuhi tanggung jawabnya dengan berbagai alasan, alih-alih membantu, anggota tim yang seperti itu hanya akan menjadi beban.

Jika bertemu dengan orang yang seperti itu, segera cari penggantinya. Lebih baik kehilangan orang yang tidak berguna daripada kehilangan peluang bisnis Anda. Namun jika Anda masih belum bisa mendapatkan tim yang sesuai dengan apa yang Anda harapkan, Anda dapat mempekerjaan tenaga ahli yang bisa menangani posisi tersebut. Walaupun lebih mahal, anggap saja sebuah investasi agar bisnis Anda dapat berkembang.

Terakhir, jika Anda seorang solopreneur sejati yang ingin mengerjakan semuanya secara mendiri, Anda mungkin tidak memerlukan karyawan atau kontraktor, tetapi Anda masih akan membutuhkan tim dukungan seperti keluarga atau seorang mentor yang berfungsi sebagai sumber saran, motivasi dan kepastian ketika Anda menemui hambatan. Dan tak jarang contoh model bisnis canvas yang kami sediakan bisa membantu para solopreneur dalam menentukan target dan memetakan peluang bisnis yang ada.

10. Mempromosikan Bisnis Anda

Ketika bisnis sudah berjalan, Anda harus menarik lebih banyak pelanggan ke dalam bisnis Anda. Lalu bagaimana teknik promosi yang baik?

Untuk mempromosikan sebuah bisnis, Anda tidak perlu mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk mempromosikannyaa di tv dan mencetak lembaran kertas lalu membagikannya kepada masyrakat. Itu semua sudah jadul. Selain buang buang duit, teknik seperti itu sama sekali tidak tepat sasaran.

Ada banyak media yang dapat Anda gunakan untuk mempromosikan bisnis Anda. Anda dapat beriklan di website dengan topik yang sama seperti bisnis yang Anda jalankan. Atau sesekali Anda juga bisa mencoba teknik paid promote di akun Instagram para selebgram.

Alternatif lain, Anda juga dapat beriklan di Google AdWords, Facebook Ads atau Instagram Ads yang mana target iklan Anda biasanya sangat cocok karena dipengaruhi oleh cache dan pengalaman pengguna. Jangan lupakan juga tools beriklan yang digunakan oleh Google Keyword Planner, dengan menggunakan tools ini Anda dapat mengetahui volume pencarian perbulan di mesin pencari Google dengan keyword tertentu.