Manajemen bisnis adalah sebuah proses merencanakan, mengatur, mengelola dan mengendalikan kegiatan demi mencapai tujuan dan sasaran bisnis yang diinginkan. Untuk menjalankannya, manajemen bisnis membutuhkan pemanfaatan sumber daya yang efektif dan efisien.

Manajemen bisnis terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kepemimpinan dan pengendalian. Di mana segala kegiatannya ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Dalam model bisnis nirlaba, manajemen bisnis berfokus pada kepuasan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat bisnis, pemegang saham, karyawan, dan masyarakat umum (konsumen). Dalam hal ini, fungsi utama manajemen bisnis adalah untuk mengamankan keuntungan (untuk pemegang saham), menciptakan produk yang berharga dan inovatif dengan biaya yang wajar (konsumen), dan memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Dalam lingkup nirlaba, fokus manajemen bisnis terletak pada menjaga kepercayaan para pendukung dan investornya.

Fungsi Dasar Manajemen Bisnis

Manajemen bisnis beroperasi melalui serangkaian fungsi, biasanya diklasifikasikan sebagai 4 fungsi dasar manajemen bisnis yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengendalian (controlling). Namun dalam beberapa jurnal, ada pula yang menambahkan beberapa fungsi lainnya seperti kepemimpinan dan motivasi.

Perencanaan
Fungsi manajemen bisnis ini memutuskan apa yang perlu terjadi di masa depan dan kemudian menghasilkan rencana untuk dikerjakan. Perencanaan adalah dasar untuk manajemen bisnis yang efektif. Dengan perencanaan, kita tahu apa saja yang harus kita kerjakan untuk ke depannya dan bagaimana cara memulai bisnis tersebut entah itu berlaku untuk besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau kapan-kapan. Melalui fungsi perencanaan ini, bisnis dapat mengembangkan strategi untuk memenuhi tujuan yang sudah ditentukan.

Pengorganisasian
Fungsi dari manajemen bisnis ini menerapkan pola hubungan antar karyawannya untuk mendorong penggunaan sumber daya secara optimal. Fungsi ini diperlukan untuk memanfaatkan sumber daya yang terbatas dari sebuah bisnis. Penggunaan sumber daya secara efektif adalah fondasi untuk mencapai tingkat produktivitas yang diinginkan.

Pengarahan
Fungsi dari manajemen ini digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dengan optimal dan menciptakan suasana lingkungankerja yang sehat dan dinamis.

Pengendalian
Fungsi dari manajemen bisnis ini mengharuskan para pemangku jabatan untuk memantau kemajuan dalam kaitannya dengan rencana bisnis dan mengevaluasi hasil kinerja karyawan terhadap tujuan perusahaan.

Selain empat dasar fungsi manajemen bisnis di atas, beberapa ahli juga menyebutkan bahwa manajemen bisnis memiliki fungsi lain seperti:

Kepemimpinan
Fungsi manajemen bisnis ini disebut juga sebagai orang yang “mengarahkan” jalannya sebuah bisnis. Memimpin artinya mengharuskan pihak eksekutif untuk menentukan apa yang harus dicapai dalam situasi tersebut dan apa kegiatan terbaik yang dapat dilakukan oleh karyawan untuk memenuhi harapan tersebut.

Penetapan Staf
Fungsi manajemen bisnis ini berfokus pada perekrutan, analisis, dan perekrutan individu untuk jabatan ketenagakerjaan yang tepat.

Motivasi
Fungsi ini merupakan aspek kunci dari model manajemen bisnis. Motivasi adalah fungsi dasar untuk memaksimalkan efisiensi kerja dengan meningkatkan moral, karyawan akan melaksanakan tugas spesifik mereka secara efektif dan efisien.

Peran Dasar dari Proses Manajemen Bisnis

Peran Antarpribadi (Interpersonal)
Peran-peran ini diperlukan untuk mengoordinasi dan berinteraksi secara efektif dengan basis karyawan. Peran interpersonal digunakan untuk menjembatani kesenjangan antara eksekutif bisnis dan karyawan mereka; peran interpersonal digunakan untuk menciptakan rasa keseragaman.

Peran Pengambilan Keputusan (Decisional)
Peran ini dilakukan oleh pihak eksekutif perusahaan, peran keputusan diperlukan untuk tujuan pengambilan keputusan sebuah perusahaan.

Peran Informasional
Peran ini diterapkan untuk menangani, menganalisis, dan berbagi informasi yang penting bagi bisnis. Seorang manajer dapat berperan sebagai pencari informasi yang berkaitan dengan perusahaan atau organisasinya. Setelah mendapatkan informasi, seorang manajer wajib menyebarkan informasi tersebut kepada orang lain (anggota tim atau karyawan).

Keterampilan yang Dibutuhkan untuk Proses Manajemen Bisnis

Diagnostik
Keterampilan ini sangat penting untuk proses manajemen bisnis karena mereka menganalisis tindakan apa yang tepat atau tanggapan apa yang tepat terhadap situasi yang dapat mempengaruhi stabilitas atau kesehatan bisnis.

Politik
Keterampilan ini digunakan untuk membangun fondasi bagi bisnis. Keterampilan politik diperlukan untuk membangun koneksi dengan organisasi berbadan hukum, perusahaan lain dan masyarakat umum.

Konseptual
Keterampilan ini diperlukan untuk secara efektif mengevaluasi situasi yang kompleks.

Interpersonal
Serangkaian keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan motivasi dan komunikasi di antara para eksekutif dan karyawan perusahaan. Keterampilan interpersonal adalah aspek mendasar dari proses manajemen bisnis karena memungkinkan eksekutif untuk membimbing karyawan dan mendelegasikan tugas yang tepat untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pembentukan Rencana Manajemen Bisnis

Dalam proses manajemen bisnis, misi perusahaan adalah tujuan paling mendasar yang harus diwjudukan. Sedangkan visi perusahaan mencerminkan aspirasi keseluruhannya. Bagian dari proses manajemen bisnis ini menentukan arah yang diinginkan perusahaan.

Proses manajemen bisnis juga mengharuskan para eksekutif untuk membuat daftar tujuannya. Dengan mendaftar tujuan, bisnis akan merujuk pada tujuan di mana suatu kegiatan tertentu ditujukan untuk mewujudkan tujuan perusahaan.

Rencana manajemen bisnis adalah panduan yang menetapkan peraturan dan tujuan.Rencana manajemen dapat digunakan oleh eksekutif dalam proses pengambilan keputusan dan dapat diikuti oleh karyawan euntuk meningkatkan transparansi dan motivasi kerja. Terlepas dari penggunaannya, rencana bisnis harus fleksibel dan mudah diinterpretasikan oleh semua karyawan bisnis.

Sebelumnya kita juga pernah membahas mengenai contoh bisnis plan dalam menyusun rencana bisnis ini. Rencana manajemen bisnis mengacu pada pembangunan rencana yang terkoordinasi dengan mencantumkan tujuan dan sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan, dalam hal ini kaitannya yakni dengan tujuan jangka panjang perusahaan. Rencana manajemen bisnis memberikan panduan untuk semua anggota bisnis. Instruksi atau peraturan bisnis ini menetapkan bagaimana karyawan dan manajer harus memanfaatkan dan mengalokasikan faktor-faktor produksi demi mewujudkan tujuan perusahaan.

Penerapan Rencana Manajemen Bisnis

Untuk menerapkan rencana manajemen bisnis secara efektif, strategi dan hubungan berikut harus dibentuk:

  • Kebijakan harus didiskusikan dengan semua eksekutif, staf manajerial dan karyawan umum dari model bisnis. Semua manajer harus memahami bagaimana dan di mana mereka dapat menerapkan strategi dan kebijakan mereka.
  • Rencana aksi formal harus dibuat untuk setiap departemen dari rencana manajemen bisnis yang telah dibuat. Semua strategi dan kebijakan harus ditinjau setidaknya setiap tiga bulan. Tinjauan terhadap rencana manajemen bisnis akan dievaluasi untuk memastikan bahwa ketentuan rencana tersebut selaras dengan sasaran bisnis yang lebih luas.
  • Rencana darurat harus dikembangkan untuk memenuhi perubahan dalam ekonomi makro atau lingkungan. Rencana manajemen bisnis harus secara aktif menilai kemajuan perusahaan serta tindakan apa yang dilakukan oleh eksekutif puncak perusahaan
  • Pembangunan lingkungan yang sehat dan semangat tim, tentu jelas diperlukan agar bisnis menjadi efisien. Tujuan, misi, kekuatan dan kelemahan masing-masing sektor bisnis harus dievaluasi untuk menentukan peran mereka dalam mencapai misi yang lebih luas. Strategi perencanaan harus dibuat untuk memastikan bahwa semua inisiatif konsisten dan bahwa strategi ditujukan untuk mencapai tujuan yang sama.

Kebijakan di atas harus didiskusikan dengan semua eksekutif dan personel manajerial yang diperlukan dalam pelaksanaan kebijakan departemen mana pun. Perubahan organisasi dapat dicapai melalui penerapan rencana yang jelas dan ringkas.

Tingkatan Manajemen Bisnis

Mayoritas entitas bisnis memiliki tiga tingkat manajemen yang berbeda yakni manajemen puncak (eksekutif), manajemen tingkat menengah dan manajemen lini pertama. Para manajer ini diklasifikasikan dalam hierarki wewenang yang berbeda untuk melakukan tugas yang berbeda sesuai dengan model bisnis. Di sejumlah perusahaan, manajer ini memberikan model bisnis dengan tugas-tugas berikut:

Manajemen Puncak
Klasifikasi ini terdiri dari dewan direksi, presiden, wakil presiden, CEO, CFO, CLO dll. Eksekutif ini bertanggung jawab untuk mengendalikan, mengarahkan dan mengawasi seluruh organisasi. Manajemen puncak mengembangkan tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan serta membuat keputusan tentang arah bisnis. Selain itu, manajer puncak akan memainkan peran utama dalam mobilisasi dan pemanfaatan sumber daya luar untuk secara efektif menghasilkan atau memasok produk atau layanan perusahaan. Karena peran ini, manajer puncak bertanggung jawab kepada masyarakat umum dan pemegang saham.

Manajemen Tingkat Menengah
Klasifikasi ini terdiri dari manajer umum, manajer cabang dan manajer departemen perusahaan. Manajer tingkat menengah bertanggung jawab kepada manajer puncak untuk menjalankan fungsi departemen mereka. Manajer tingkat menengah harus mencurahkan lebih banyak waktu untuk fungsi pengarahan dan organisasi dari model bisnis. Individu-individu ini melaksanakan rencana organisasi sesuai dengan kebijakan dan tujuan entitas dari eksekutif yang disebutkan di atas.

Manajer tingkat menengah mendiskusikan informasi dan kebijakan dari eksekutif dan menyalurkan pesanan yang berasal dari konservasi ini kepada pekerja manajemen yang lebih rendah. Yang paling penting, karena interaksi mereka sehari-hari dengan basis karyawan umum, manajer tingkat menengah dapat memeberikan inspirasi dan panduan kepada karyawan untuk mempromosikan kinerja yang lebih efisien.

Manajemen Lini Pertama
Kelompok sistem manajemen bisnis ini terdiri dari supervisor, pengawas, mandor atau karyawan yang dianggap sudah berpengalaman. Individu dalam kelompok ini biasanya bertanggung jawab atas beberapa rekan karyawan. Manajer tingkat pertama fokus pada mengarahkan dan mengendalikan karyawan di tingkat dasar untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif. Manajer tingkat pertama menugaskan tugas-tugas karyawan dan mengawasi para pekerja ini pada kegiatan sehari-hari. Manajer pada tingkatan ini memastikan kualitas dan kuantitas produksi, mereka akan membuat saran dan menerapkan peraturan untuk memastikan keputusan yang tepat.

Manajemen Proses Bisnis

Manajemen proses bisnis adalah pendekatan manajemen bisnis yang percaya bahwa semua aspek organisasi harus diselaraskan dengan memenuhi keinginan, kebutuhan, dan permintaan klien. Manajemen proses bisnis adalah pendekatan manajemen holistik. Pendekatan manajemen bisnis ini mengupayakan inovasi, fleksibilitas, dan mengintegrasikan teknologi, sembari mempromosikan efisiensi dan efektivitas bisnis.

Seorang manajer atau perusahaan yang menggunakan pendekatan manajemen proses bisnis percaya bahwa proses harus ditingkatkan secara berkelanjutan. Para pendukung pendekatan manajemen proses bisnis percaya bahwa pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjadi lebih efisien dan efektif, yang pada gilirannya, membuat mereka lebih mampu berubah untuk mengakomodasi kondisi baru dalam pendekatan manajemen tradisional dan hierarkis yang berfokus pada fungsi manajemen.

Baca Juga : Bisnis Model Canvas

Pada tingkat yang lebih umum, manajemen bisnis adalah proses di mana operasi bisnis dimungkinkan melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kepemimpinan dan pengendalian perusahaan atau upaya dengan maksud mencapai tujuan tertentu. Seringkali, pada level tertinggi perusahaan, manajemen bisnis akan melibatkan penetapan tujuan-tujuan ini di tempat pertama.

Manajemen proses bisnis memungkinkan perusahaan untuk mengabstraksi proses bisnis dari perangkat lunak atau infrastruktur teknologi. Manajemen proses bisnis jauh melampaui otomatisasi perangkat lunak bisnis dalam menyelesaikan masalah perusahaan. Manajemen proses bisnis memungkinkan perusahaan untuk merespons permintaan pasar dan regulasi konsumen yang berubah lebih cepat daripada pesaingnya yang dapat menciptakan keunggulan kompetitif.

Bentuk manajemen ini dibuat nyata melalui penggunaan perangkat lunak manajemen proses bisnis . Perangkat lunak manajemen proses bisnis adalah program komputer yang mengatur model bisnis perusahaan, perangkat lunak akan menyelaraskan tujuan perusahaan dengan sumber daya yang tersedia untuk membuat rencana manajemen bisnis yang terperinci. Beberapa contoh dari software manajemen proses bisnis adalah Bonita BPM, Comindware Tracker, TIBCO ActiveMatrix BPM, Nintex Promapp, ProcessMaker, Zoho Creator, Creatio, Pega Platform, dan KiSSFLOW.